FF/FINE/PART 4 – ONKEY

MOSHI-MOSHI!!

HEHEHE…

Oia, ni jangan heran ya kalo Jongno cuma buat pelengkap aja…jangan dipikirin juga soal Onew yg suka sama Jino…namanya juga FF…

Ini kan aslinya FF onkey…jadi aku usahain buat lebih fokus ke Onkey-nya…

NO BASHING!

KEEP RCL PLEASE…

CERITA INI HANYA KHAYALAN BELAKA DAN GA REAL…JADI JANGAN TERLALU DI ANGGAP SERIUS, HANYA UNTUK KESENANGAN BELAKA…

Title: FINE

Author: Aetherion Vienna

Main Cast: Lee Jinki

Kim Kibum

Supporting Cast: Lee taemin aka Kim Taemin

Choi Minho

Kim Jonghyun

Cho Jino

Genre: Romance

Lenght: 4 0f ?

========================================

“Chopper, kenapa Hyung belum pulang juga? Haruskah kutelpon dia?”

“Kurasa tak perlu, eum? Sebentar lagi pasti pops pulang…”

Hanya anggukan singkat saat mulut mungil itu mendengung, kembali menutup tirai yang ia tarik sedikit agar dapat melihat keluar jendela…nihil, namja cantik itu sama sekali belum terlihat…ini sudah 3 jam sejak kepergiannya sore hari tadi…mungkinkah menemui ayah sang janin? Molla, Hyung cantiknya sama sekali enggan buka mulut…

‘Klek!’

Eoh, pintu itu terbuka tepat saat namja mungil itu sedikit menjauhi jendela untuk menghampiri namja lain yang sedang duduk di sofa…namja yang ia panggil chopper. Menoleh kearah pintu…itu sosok yang sejak lama mereka nanti, hanya seorang namja cantik bertubuh ramping…berdiri di depan pintu yang telah tertutup…menatap kosong lantai keramik yang kini dipijakanya

“Hyung…”

Namja mungil itu pelan, mata mungilnya langsung menatap lekat sorot mata kucing sang hyung yang baru saja menoleh…lagi! Memperlihatkan mimic muka sendu…dan mata berbinar, tidak…tidak ingin berpikir jika ini adalah hal yang negative, hyung dan janin yang sedang tumbuh dalam rahimnya itu pasti akan…memiliki masa depan.

“Hyung?”

Senyum, yah…kali ini namja cantik itu tersenyum, terlihat sedikit berat saat menarik tiap sudut bibirnya…kenapa? Sakitkah? Kenapa sorot mata itu terlihat sangat sengsara? Tidak ingin tau meski telah mengetahuinya…ini pasti akan sangat berat…

“Hyung, mungkinkah…”

‘Grep!’

“Hyung?”

“Jangan bilang…jangan berkata apapun…”

Sangat lirih! Meski tak bisa melihat wajah Hyung yang saat ini sedang mendekap tubuh mungilnya erat, masih ada wangi Green Tea…ia suka, hyungnya yang cerewet. Hanya mampu meletakan tangan pada punggungnya yang sempit…saat merasa jika bahu itu sedikit bergetar dan sesuatu yang basah dan hangat telah membasahi kaosnya.

“Aku dan anak ini akan baik-baik saja, jangan bertanya lagi…jebal…biarkan hanya seperti ini saja…cukup aku dan anak ini, kau dan Minho…hanya itu saja…tidak untuk yang lain…”

Seperti ini kah? Masih tidak ingin tau…meski telah sangat mengetahuinya…ini berat tuhan, ingin menangis tapi tatapan teduh nan bening namja tampan di sampingnya membuat hati ini sedikit mampu menahan tangis. Mendekap tubuh ramping sang hyung semakin erat, dekapan yang mulai saat ini mungki akan lebih sering terjadi…yah, tidak apa…hanya seperti ini, Fine…hanya dirinya dan Minho, Hyung-nya dan calon baby itu.

Fine…semua…pasti akan baik-baik saja…

~.~.~.~.~.~.~.~.~.

Cukup dirinya dan calon baby…

Itu hanya sebuah kata penghiburan…

Bukan hal mudah untuk mewujudkannya…

Ia hanya tidak ingin, namja itu adalah namja yang masih di cintainya…

.

.

“Hyung, daijoubu?”

“Eung, masih sedikit mual…”

Menarik lengan Taemin yang sejak 10 menit lalu sibuk membasuh keningnya dengan handuk basah hangat. Memasuki usia kandungan 1 bulan, masih dengan perutnya rata…tapi sedikit mual dan kurang nafsu makan mulai menyerang, memaksanya menghabiskan waktu lebih sering di kamar dan berbaring…

Yah…sejauh ini Fine…tanpa namja itu pernah menghubunginya…sekalipun!

Fine…

“Hyung mau makan apa? Akan kubuatkan…”

“Boleh aku, eum…minta blubbery chesse cake?”

“Keurom, akan kuminta Chopper membelinya sepulang kantor…”

Tersenyum…yeppeo, saat namja mungil itu juga tersenyum…membiarkan Taemin kembali membasuh keningnya. Hanya Taemin dan Minho, dirinya dan calon baby…tidak untuk orang lain…hanya seperti itu saja.

Fine…

……………

“Jinki-hyung…ini grafik yang kau minta, jangan lupa aplikasi untuk membuka file itu kau install di notebook…”

“Yes, I know Minho…”

Mengulurkan lengan untuk menerima sebuah CD yang di sodorkan Minho padanya, tanpa beranjak dari kursi kerjanya yang terasa nyaman. Mendengar kabar jika pasangan Jongno, Jonghyun dan Jino baru akan kembali ke Seoul beberapa bulan lagi setelah mengunjungi umma Jonghyun di Gwangju.

Jino yah…

Telah terbiasa untuk…mulai melupakannya…

“Hyung…bolehkah aku pulang lebih awal hari ini?”

“Wae?

“Ani, itu hanya…Chibi, memintaku membeli blubbery chesse cake untuk Pops…” sedikit mengusap tengkuknya yang mulai sedikit berkeringat, membolak balik beberapa berkas yang ada di meja Jinki “Kau tau…seperti itulah masa kehamilan…merepotkan tapi menyenangkan, eum…”

Itu adalah Kibum kah? Namja yang MUNGKIN saja tengah mengandung calon anaknya…

Mungkin saja, mungkin saja, mungkin saja…MUNGKIN SAJA…meski dalam hati kecil ini berkata lain…

“Bagaimana…keadaanya?”

“Baik, Taemin selalu menemaninya…meski tidak setiap hari dan sushi bar akan ditutup sampai baby lahir…sepertinya akan sulit mengelola toko saat mengandung, apalagi aku dan Chibi sering meninggalkannya siang hari…”

Salahkah? Salahkaaaaaaahh?

Sakit! Lagi-lagi rasa itu menyelinap masuk tanpa mampu mencegahnya…kenapa? Kenapa bisa merasa sakit? Sakit karena merasa bersalah…atau karena ia pecundang yang hanya bisa berdalih? Eerrggh! Na molla…

“Kau tau, hyung…sejak dulu tubuh Pops memang sedikit lemah, tapi ia sering bersikeras agar kami tak perlu menemani saat ke dokter kandungan, heuuuh…bisa kau bayangkan betapa cemasnya Taemin saat itu?”

“Begitukah?”

“Eum, aku rasa appa dari calon baby itu adalah namja babo yang tidak tau betapa baik nya seorang Kim Kibum hingga bisa mencampakannya semudah itu…akan kuacungkan jari tengahku untuknya…”

Sial! Sial! Sial! Sial!

Kenapa merasa ucapan Minho itu sangat mengena, hei! Hanya mampu memainkan ujung pena di atas kertas kosong, tak jelas apa yang ditulisnya…teringat kembali saat sorot mata kucing yang unik itu menatapnya tajam…neommu yeppeo.

“Hyung, kau juga kapan-kapan datanglah bersama ku ketempat Kibum-hyung…”

“Aaahh, tentu…”

“Ok, terima kasih atas izinmu Pak Presdir…” merapikan beberapa file dan memasukannya dalam map plastic warna hijau “Aku pulang duluan, hyung…annyeongbye…”

Melambai singkat, masih menatap kearah pintu meski punggung lebar namja tampan itu telah menghilang di baliknya. Meletakan pena itu ke sembarang tempat…kahidupannya…ani, hati ini pun berubah total…sering berkecamuk tanpa alasan yang jelas…sejak malam itu, malam yang menjadi awal semuanya.

Belum siap, terlalu tiba-tiba dan…tidak ada cinta…

Bolehkah dengan alasan seperti ini saja?

……………

“Pengeluaran bulan ini dan bulan lalu…anggaran belanja dan…aish!”

Mengacak rambut legamnya frustasi dengan masih mengapit sebuah pulpen di antara jari telunjuk dan ibu jarinya…pusing sangat! Errgghh! Sulit menyeimbangkan pengeluaran saat pemasukan menipis…yah, mungkin bukan keputusan yang baik untuk menutup bar selama masa kehamilan…hanya saja, mana sanggup untuk membayar pekerja…ia dan Taemin bukan orang kaya, hei!

“Hyung…”

‘Srak!’

“Ternyata kau di bar…sedang apa…”

Eum, namja mungil itu segera menunduk setelah memutus kalimatnya…memerhatikan sang hyung yang tengah membungkuk untuk memungut dan merapikan beberapa lembar kertas dan sebuah buku kas yang sepertinya baru saja terjatuh…terlihat namja cantik itu merapikan dengan terburu-buru…

“Hyung…ini…”

“Bukan apa-apa…” Kibum cepat, merampas kembali selembar catatan pengeluaran yang baru saja di ambil Taemin, namja mungil itu hanya merengut cepat…mengerutkan kening menatap sang hyung heran…

“Ish! Berikan padaku!” Taemin cepat, kembali merampas kertas itu dari tangan Kibum, bola mata beningnya bergerak cepat membaca isi tulisan yang di dominasi oleh angka-angka “Hyuuuung…bukankah sudah kukatakan sebelumnya agar kau tak perlu memikirkan masalah uang…itu urusanku dan Minho, hyung…kau hanya perlu konsentrasi mengurus kandunganmu…”

Membuang nafas berat, menatap sang hyung yang hanya memalingkan wajahnya kearah lain…hening, sesaat…menciptakan suasana aneh yang…eerrgh! Hyung nya ini bukan namja yang mudah menurut…pemilik harga diri tinggi yang mungkin akan berpikir ribuan kali untuk menerima bantuan orang yang bahkan itu oleh adik kandungnya sendiri…

“Sudahlah, aku buat susu untukmu dulu…kembali kekamar dan berbaringlah, akhir-akhir ini kau sering tumbang…”

“Susu nya sudah habis, Taeminnie…”

“Mwo?” namja mungil itu cepat, membalikan badan saat hendak menuju dapur “Ish! Hyung, sejak kapan? Kenapa tak bilang, aku kan bisa mampir ke minimarket dulu sepulang kuliah…”

“Sejak 3 hari lalu…”

APA?! Jadi selama 3 hari ini hyung nya yang keras kepala ini tidak minum susu? Padalah ia tau betul jika nutrisi dan gizi yang terkandung dalam susu sangat baik untuk pembentukan sel otak janin dan bla, bla, bla…

Hanya ingin yang terbaik untuk hyung dan calon keponakannya…apa itu salah?

“Hyung, jebal…”

“Aku tidak bisa seperti ini terus Taeminnie, aku sungguh tak ingin merepotkanmu dan Minho…lebih baik kalian menabung untuk pernikahan kalian yang membutuhkan biaya lebih besar itu ketimbang mengurusiku…”

“Lalu setelah itu apa?”

“Mungkin…mencari kerja part time ringan, ottae?”

“Andwae!”

Yah, kali ini terdengar lebih keras dengan konotasi yang lebih berat…kesal sangat! Terlihat namja cantik itu yang masih bergidik…Taeminnie angry! Oh, yeah…bahkan reaksi yang seperti ini telah ia perhitungkan…khas Taemin. Hanya sekali menelan ludah, saat namja mungil itu menyapu poni caramelnya kebelakang…sedikit terlihat frustasi.

“Sudahlah hyung, untuk saat ini…hingga baby lahir, aku dan Minho yang akan memenuhi kebutuhanmu…” menepuk kedua pundak Kibum pelan, melipat bibir ke dalam dengan tatapan pasti “Aku pergi beli susu untuk mu dulu, ne? Aku segera kembali…”

Mengambil jaket sport putihnya yang diletakan pada sandaran kursi, memakainya sebelum melangkah mendekati pintu…sekali menghentakan kaki, tau pasti jika apa yang ia katakan pada sang Hyung sebagai nasihat selalu saja masuk telinga kanan keluar telinga kiri.

“Tidak ada acara kerja sambilan segala, Hyung…arasseo?”

“Neeeee…”

Oke, oke…ini akan mudah. Ingat, namja cantik ini bukanlah namja yang mudah menurut mengingat harga diri tinggi yang melekat padanya. Meski bukan hal yang mudah, Minho dan Taemin adalah satu-satunya keluarga baginya…mana mungkin ia membagi kesulitannya?

Dan demi calon keluarga baru yang sedang tumbuh dalam rahimnya ini, hati ini…harus mampu untuk lebih kuat…saat memutuskan untuk tidak mengenal namja itu lagi.

~.~.~.~.~.~.~.~.~

“Minho-ya…serahkan ini pada Direktur Jang, katakan jika proposal ini dariku…”

“Kenapa aku hyung? Aku kan hanya general manager…”

“Aish! Kodok cerewet…ppali, aku malas berurusan dengan namja tua cerewet itu…”

Yah, tidak ada sejarahnya bawahan menolak perintah atasan bukan…meski teman akrab, namja tampan ini tetap saja bawahan Presdir Lee Jinki. Tanpa mengeluh, yah hanya sedikit mendengus mungkin…Minho mengambil map pemberian Jinki dan bergegas keluar mobil…setengah berlari saat memasuki gedung putih yang berdiri kokoh di hadapannya.

“Pak Shin…aku pergi beli minum dulu…” singkat, membuka pintu dan keluar setelah sebelumnya menepuk pelan pundak supir yang duduk di depannya…hanya mengangguk.

Memasuki akhir musim semi, udara terasa sedikit mendingin…yah, mungkin sedikit minuman hangat entah itu kopi atau teh akan membuat merasa lebih baik. Jinki melangkahkan kaki panjangnya menyusuri trotoar…mencari café terdekat untuk membeli minuman hangat.

“Eum…” dengungan pelan itu sedikit meniup kepulan asap yang menguap dari permukaan chocochino panas dalam cup kecil di tangan kanannya saat melangkah keluar café.

Mata bulan sabitnya sedikit melebar saat menangkap sosok seorang yang ia kenal, bukan…bukan hanya ia kenal, bahkan mungkin…sosok itulah yang membuat hidupnya berubah.

Hanya seorang namja cantik…neommu yeppeo, meski telihat dalam jarak yang terbilang cukup jauh. Terlihat sederhana, hanya mengenakan hoodie biru langit, dan celana jeans putih ketat, sepatu sneakers dan sebuah topi rajutan biru dongker hangat…itu terlihat…sangan manis.

“Kibum-ah?”

Yah, Kibum…Kim Kibum…namja cantik yang mungkin saja tengah…oh, bolehkah itu tak perlu di bahas lagi? Ia tau…sangat tau! Hingga ingin melupakannya…

Entah apa yang dilakukannya, namja cantik itu terlihat keluar masuk beberapa bangunan sambil membawa…sepertinya itu sebuah map yang tidak terlalu tebal, dan entah apa yang dilakukannya…tapi beberapa menit setelah masuk ia segera keluar sambil membungkukan setengah tubuhnya.

“Sedang apa dia?”

‘Drrtt, drrrtt!’

~Minho calling~

Heeiii, sedikit kaget saat ponsel touch dalam sakunya bergetar…nice time Minho, setidaknya sedikit banyak itu mengalihkan matanya dari terus menatap sosok Kibum yang semakin menjauh.

“Minho! Yaaa, aku segera kembali…”

Menutup sambungan telepon dan kembali memasukannya dalam saku celana, masih penasaran…hati ini selalu merasa ada yang janggal tiap kali sosok itu menghilang dari pandangannya…yah, seperti saat ini…namja cantik itu tak terlihat lagi.

…………..

“Neeee, aku akan mengatakannya nanti pada Pops…ne, annyeong…kissu dari jauh…muah!”

Yah! Sopanlah sedikit pada atasan mu Choi Minho! Eum, siapa peduli selama yang menjabat sebagai atasannya adalah Lee Jinki…meski namja yang duduk di sampingnya itu menatapnya geli saat ini.

“Taemin, eoh?”

“Neee…” Minho singkat, hanya sesekali melirik kaca jendela mobil yang memperlihatkan dengan jelas pemandangan di luar…masih sore, jalanan masih sangat ramai dengan pedagang dan pejalan kaki.

“Wae…Kibum…lagi kah?”

“Neee…”

Memijit pelepis kirinya, menggenggam erat ponsel slide di tangan kanannya…hanya sesaat, memerhatikan supir memutar setir. Tanpa sadar jika namja di sampingnya itu menatap lekat, menanti kata-kata apa yang akan ia ucapkan selanjutnya…tentang seseorang yang baru saja ia bicarakan saat Taemin menelponya tadi.

“Kau tau sifat Pops bukan? Aish! Sincha…sungguh namja berkemauan keras, tapi justru itu membuat ku dan Taemin waswas…”

“Waeyo?”

“Taemin memergokinya ketika Pops sedang mencari pekerjaan, saat itu Chibi baru saja pulang dari perpustakaan kota yang letaknya tak jauh dari tempat Pops melamar kerja…”

Namja pemilik mata bulan sabit itu hanya memainkan bibir sambil mendengung pelan, tak jelas apa yang dipikirkannya saat ini…ani, segala sesuatu mengenai namja cantik itu selalu tak jelas dalam hatinya…termasuk masalah perasaan, hei…bukan hal yang mudah untuk menumbuhkan rasa itu meski telah melewati malam bersama bukan?

“Aku bisa mengerti kemauannya…orang yang sedang mengandung memang membutuhkan biaya dan perhatian extra…”

STOP! Berhenti bicara karena namja tampan ini tak ingin lagi mendengarnya…sakit! Rasa sakit itu kembali menyeruak…kenapa lagi-lagi ucapan seremeh itu mampu menohok hatinya? Tidak Jinki, jangan mulai menyesal…kau yang memutuskan untuk meninggalkannya…lupakan dan semua akan selesai…it will be fine…

Dan rasa sakit yang muncul tiap kali mendengar semua tentang namja cantik itu…lebih baik lupakan saja…

~.~.~.~.~.~.~.~.~.

“Taeminnie…onegai, please, jebal…biarkan aku, neee?!”

“A-ni-yo…aaaaaaNIYO!”

Sedikit bergidik ketika namja mungil itu menghentaknya dalam sekali tarikan nafas…menatap miris pada map tipis yang baru saja di sita darinya…sesekali mengubah cara pandang berharap namja mungil itu bersedia mengembalikannya.

“Ayolah, tanpa itu aku tidak bisa mencari pekerjaan anak manis…”

“Aku bukan gula, hyung! Kau tidak perlu CV ini karena kau memang tidak akan bekerja…”

Ish! Menyebalkan sangat hei jamur! Sial! Bukan ide yang baik sepertinya mencari kerja dekat tempat tinggalnya…heuh! Bahkan namja mungil ini sedikit lebih menyeramkan daripada Minho saat sedang marah.

“Tapi aku, nanti bagaimana…”

“Berisik hyung, ini…” melemparkan selembar kain lap yang langsung di tangkap Kibum dengan baik…apa lagi ini anak manis “Lebih baik sekarang hyung membersikan bar, sepertinya mulai kotor karena sekian lama tidak kita pakai…”

“Iya tapi soal kerja sambilan…”

“Jangan bersik, hyung! Ish!”

“Neeeeee…”

Mendengus kesal saat Taemin tak memedulikan tatapan kesalnya dan melangkah menaiki anak tangga begitu saja dengan santainya…entah, menuju kamarnya mungkin. Terlihat cukup lelah, sepertinya setelah belajar seharian…beruntung ia namja terpandai hingga pemerintah bersedia membiayai kuliahnya sampai lulus.

Sepi…

Terasa sedikit dingin pada ruang bar yang biasanya selalu ramai itu, mulai mengambil sapu dan apron saat terdengar gebrakan pintu pelan dari lantai 2…yah, pasti hanya Taemin yang menutup pintu kamarnya.

“Well, 20 menit cukup…” hanya bergumam pelan sambil membasahi bibirnya yang sedikit kering, menggulung lengan hoddie nya hingga sebatas siku dan mulai membasahi kain lap.

‘Klek!’

“Annyeong…”

“Mianhae Tuan, sekarang kami sedang tu…tup…”

Satu kata ‘tutup’ yang tak dapat ia ucapkan dengan lancar, saat tenggorokan ini mulai terasa lengket. Berusaha menggerakan tubuhnya yang terasa kaku, kelu bibir ini…hanya mampu bergetar pelan. Ingin menangis…tapi sulit, tidak ingin terlihat lemah dan lelah…fine, ia telah mulai terbiasa dengan hal ini…cukup untuk tumpahan air matanya yang sia-sia sebelum ini. Air mata yang selalu tumpah di sertai rasa sakit yang teramat sangat…saat mata mungil dalam bingkai bulan sabit itu menatapnya lekat.

Seperti saat ini…

“Mau apa?”

“Melakukan apa yang kau inginkan…aku akan bertanggung jawab…”

“Mwo?”

Oke, itu sangat sangat KONYOL Lee Jinki! Sial! Ini seperti menginjak harga dirinya hingga hancur! Kau tak lihat dirinya saat ini, hanya seorang namja cantik yang membelalakan mata kucingnya…saat degup jantung itu memacu dalam hitungan cepat, bibir tipis ini kembali mengatup rapat…

“Repot sekali hidupmu Tuan Lee, shireo yo! Kka…enyahlah sekarang juga…”

“Jangan berpikir terlalu jauh dulu Noona Kim, bertanggung jawab bukan berarti ‘menikahi’ bukan?”

Sh*t man! Sejak kapan namja ini pintar membuat emosinya naik, eoh? Haaaaa~ entah apa lagi yang dapat ia ucapkan saat genggaman jemari lentiknya pada gagang sapu ini semakin erat. Haruskah merasa senang? Meski bukan dengan ‘menikahi’ itu…tapi sakit…

“Ambilah uang ini…cukup untuk beberapa bulan memenuhi kebutuhan mu dan janin itu, kau bisa hubungi aku kalau ini masih kurang…”

‘Deg!’

So sick…

Sampai kapan ini akan berlanjut? Sampai kapan ingin menghancurkah hatinya yang bahkan telah hancur…sulitkah hanya untuk pura-pura tidak saling mengenal? Sulitkah hanya untuk membiarkannya sedikit lebih tenang? Sulitkah hanya untuk membiarkannya membangun hidupnya mulai dari awal lagi?

So sick…

“Ambilah, cukup dengan uang bukan? Dan semua masalahmu akan selesai…”

Uang…yah, siapa yang tidak membutuhkan benda tipis itu. Kibum pelan, mengulurkan lengan kanannya yang bergetar untuk meraih sebuah amplop coklat tebal yang di sodorkan Jinki padanya. Enak sekali bukan? Jika kita adalah orang yang hidup di kelilingi harta dan uang…

“Thanks…”

Tersenyum…yeah, kyeopta…saat Kibum menatap amplop coklat itu datar, dalam genggaman jemari lentiknya yang masih bergetar. Selesai…meski namja cantik itu tak berkata apapun setidaknya ia mengambil uang itu bukan?

“Ck, kalau hanya butuh uang kenapa tidak berkata sejak dulu…”

‘Deg!’

So sick…

‘Plak!’

“Maaf tapi…aku tidak butuh uangmu…”

Sakit…dan panas…merahkah? Yah mungkin, yang pasti sakit…kenapa? Karena telah melukai perasaan namja cantik ini…atau karena ia melempar uang itu tepat mengenai wajahnya? Tidak tau…yang pasti sangat sakit, semakin sakit…saat melihat buliran bening bagai Kristal itu…membasahi pipi halusnya yang tirus.

“Aku berharap itu adalah tindakan kasar ku padamu yang terakhir, bahkan tangan yang kugunakan untuk menamparmu saat itu masih terasa panas…”

Bahkan untuk sekedar menelan ludah pun sulit, tenggorokan ini tercekat saat bibir tipis itu mulai berucap dengan lirih…sangat lirih, sulitkah untuk bersikap tegar…eoh?

“Kau tak perlu mengeluarkan uang sepeser pun, untukku atau untuk janin ini…” singkat, berani…menatap mata tajam bulan sabit itu langsung…meski masih terdengar lirih “Jangan mengingatku, jangan menyebut namaku, jangan menemuiku, jangan melihatku, jangan berdiri di dekatku, jangan menyentuhku…dan jangan…memperhatikanku…”

Yeppeo…

Apa? Kenapa? Tak dapat berpaling dari mata dengan sorot khas kucing yang unik itu…butiran bening yang menetes satu persatu dari pelupuk matanya bahkan lebih indah dari tetesan hujan. Cantik dan sakit…rasanya seperti seorang pecundang yang hanya bisa melarikan diri, yang hanya bisa memungkiri suatu kebenaran…yang hanya mampu berdiam diri mematung seperti orang lumpuh.

“Hanya seperti itu…dan pergilah sebelum aku membencimu lebih dari ini, Lee Jinki-ssi…”

Karena tanggung jawab itu bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan meski tidak sulit untuk diucapkan…dan dalam hal ini…itu tidak akan terjadi tanpa adanya cinta…

Fine…ia harus bisa lebih kuat saat memutuskan untuk tidak mengenal namja itu lagi…

Dan untuk saat ini, sekali lagi…biarkan air mata ini kembali mengalir…saat menatap punggung lebar namja itu menghilang di balik pintu….

~.~.~.~.~.~.~.~.~.

~TBC~

79 thoughts on “FF/FINE/PART 4 – ONKEY”

  1. ceritanya bagus banget, sedih.. Aq smpai nangis.. Authornya hebat.. Gak sbrn buat baca klanjutannya.. Ditunggu.. Hwaiting..

  2. kurang asem tu si nyunyu udh bkin key hamil n g tanggung jwb, eh skarang malah sok kaya. .
    emang smuax bsa d beli pkek uang ap.#emositingkattinggi

    uh, ni authorx daebak bngt deh klo bkin ff. ak smpek menghayati bngt ni crita.

  3. “Aku dan anak ini akan baik-baik saja, jangan bertanya lagi…jebal…biarkan hanya seperti ini saja…cukup aku dan anak ini, kau dan Minho…hanya itu saja…tidak untuk yang lain…”
    hiks~ miris bgt nii kata2~~
    banjirrr air mata~~~ T___T

  4. yak ampun..Jinki keterlaluan banget..
    aku kira dya bakalan mau bertanggung yang sebenarnya!!!
    gak yangka cuma mau bertanggung jawab dengan ngasih uang.ckckkckc
    Jinki sadarlah…

  5. Hanjeeerrrrr maksud loh jinkiiiii???????? Bener key lempar aja tu duit….kalo perlu sebar2in di depan mukanya…
    Issshhhhh jinki sombong bener….sebel sebel sebel

  6. Ha?????? Hanjeeerrrrr maksud loh jinkiiiii???????? Bener key lempar aja tu duit….kalo perlu sebar2in di depan mukanya…
    Issshhhhh jinki sombong bener….sebel sebel sebel

  7. Asli dari hari ke hari Jinki makin hebat bikin kita semua gondokan,, grrrrr
    Seenaknya saja,,,apaan ini mau bertanggung jawab dengan uang?? gak jaman bang, huh
    Cukup Key and the baby,, tidak ada kata Appa… Mampus kau Jinki haha

  8. jinki jahhaaaaaatttt.. sial banget sih.. bikin gregetan tuh orang..
    oya kok ada istilah baru lagi sih.. chopper.. ni apalagi thor??
    loncat ke part selanjutnya

  9. Jinki keterlaluannnnnnnn…….BRENGSEKKKK……
    JINKI KETERLALUANNNN………*jambak rambut Jinki*
    errrrggghhhh…….kesel bangettttttttttt……

    huweeee……lagi” aku mewekkk,,
    ya ampun…..teganya kau jinki,, nyeseeekkkkk…..

    lanjuuuttttttttt

  10. OMO taemin klo udah marah serem,,tp tetep ngegemesin,,hehehe
    Aduh onew kenapa gag sadar2 juga sie,,,kasian kan si key,,bilang cina kek ma key,,umma sabar yak,,

  11. yeah~
    rasain tu onyu😀
    seenak ny aja ngasih uang doang =3=
    liat ntar, hukum karma masih berlaku!
    iya kan thor?? *senggol author*

  12. hiikkkssss keymma yg sabarrr yahhhh “aq padamu keymma
    getok kepala onppa : kamu haruusss tanggung jawab onppa jgn sok kaya gitu dong……
    aisshhtttt karakter onppa disini bner” bkin aq sebellll errrrr,,,,,,
    loncat next [partt:)

  13. jinki kauu sadiiiissss…sadiisssss..
    key sibuk nyari kerja..ke dokter sendiriaan… mandi sendirian..
    tapi makan masih sama adik tercinta Taeminie..taemin lembut dan dongsaeng yang baik hati bgt… *peluk n cium taem*
    jinki mulai gelisah… kyaaaa *syukurin!!
    jinki pabo bgt !!! terlalu sadis caramu~ *nyanyi bareng Afgan*
    oke saya berangkat ke part 5 nya..
    penasarannn…
    awas klo jinki masih resek d part selanjutnya,, aq bakal nikahin jinki!! *whaaattt?!*
    reader kumat

  14. Knp…..Karakter jinki di ff ini nyebelin. . .? bagaikan org kaya yg seenak’y aj /plak

    Huhuhu suka bgd am 2min yg merhatiin kibum, so sweet :”””

  15. GO KIBUM GO KIBUM GO KIBUM
    buat namja berengsek lee jinki itu menyesal krna sdh meninggalkanmu

    ais kpan sih jinki ini dapet pencerahan
    bsa2 na pemilik senyum yg bsa melehkan berjuta2 wanita itu punya sifat yg kejam luar biasa
    arrrgggggggggghhhhh

  16. i can’t believe say this but “jinki ah i hate you” >.< ~but i love you heehee~ well ok… knpa susah amat sih bang buat sadar klo suka… ckck nyakitin perasaan kibum aja huhu… kemana sifat sweet mu ntu bang? ckck *geleng2 kpla*

  17. BUNUH BUNUH BUNUH
    BUNHU JINKIIIIIII!!!!
    PLAK PLAK DUAG DUERRRR JDARRRRR !!!
    GAHHHHHH!!
    BAGUS KEY TAMPAR TAMPAR !!!
    HAYOLOH NGERASA BERSALAH SUKURIN *maaf emosi* :p

  18. Key udah gak usah ngurusin si babo jinki mendingan sama saya aja! Dijamin gak sakit hati tapi sakit mata (?) awas jinki sampe nyesel minta balik sampe melas JANGAN MAU!! key cari kerja gak usah mending nikah sama saya aja nanti dikasih uang belanja 1rb/bln ne? Hahaha gak usah repot!! Jinki babo awas aja minta balik sama key! Tak bakar dirimu!

  19. Author bagus banget ceritanya nangis euy bacanya ngebayangin jadi kibum :[
    Jinkinya sadis gilak pas ngasih uang ituuu -___-
    Jahat banget. Semoga happy ending ._.VV hehehe

  20. Kejam bgt si onyu dh… Kasian kan si key😥

    Gk mw tanggung jawab lgi… Yg sbr ya key #gaje

    Sedih ceritanya eon..

  21. T,T banjir air mata baca ni FF
    sumpah,, bagus banget ceritanya…
    salut sama author….

    Kirain jinki menyesal, Eh.. ternyta, tetep aja.. tega sama key..
    key,, tetep fighting!!!

    taemin and minho, titip key ya,, jg baik-baik..

  22. he?
    Dia pikir semua bisa di beli pake uang?
    *makantuhuang*

    Tanggung jawab itu bukan cuma ngasi uang kaleee!!!!
    tapi juga jagain!!!!!!
    ngerawat!!!!!!!!!
    *cekekjinki*

  23. aku pgn ikutan nabok c jinki…..!!! makin brengsek aja tuh kelakuannya…
    bagus nih author.crt nya bs bkn reader ikut2an naik pitam.hehehe

  24. nyesek sumpah..benci benci benci jinki disini..trllu pengecut,jangan pernah maafin jinki kibum noona hehehe..tapi ini ff yaoi kan?kok kibum n taemin dpngil noona hehehe

  25. jinki tega bgt di krany key cma perlu uang? Emang sih biaya ngurus janin ampek mlahirkan gx dikit #sok tau!
    Tpi stidakny tanggung jwb donk,kawinin gtu? Gx ngerti ni ama jalan pkiran jinki!

  26. Jinkiiii *speechless* ㅠㅠ
    Kirain mau d nikahin trnyta nggaa T.T
    Kykny jinki ud mulai ada rasa2 nih sma kibummm xD
    Penasaran sma lnjutannyaa xD
    *lgsungtancapkechap5*
    Daebak kak \(´▽`)/

  27. jangan membuatku untuk lebih membencimu…..aaaatagah suka banget dialog ini!! sebenernya onew itu iba apa mulai cinta sama key? cinta cinta cinta lah jawabannya *amin yeyayyyy mulai sedikit iba ke onew tp tetep masih dongkol iyalah abis onew nggak mau tanggung jawab, duit sih gampang dicari key cantik secara tinggal mejeng didepan pintu namja ganteng yg kaya pasti tergiur liatnya waaaa *ditembak basika sama onew

  28. jahat..jahat..jahat.. kenapa gak tanggung jawab aja sich jinki..

    kamu yg berbuat kok ya harus tanggung jawab dong.. huhhhh..

  29. ARGGGGGGGGGG…………………………………………………………….
    UDAH…INI NAMANYA PELECEHAN….
    HARGA DIRI DI INJAK….MEMNGNYA GAMPANG …..CUMA PAKE UANG AJAH…..YAK…
    *makan nasi…….(?)
    huh…pokoknya YAK…..HUA….
    UMMMA….AKU KESELLL……..AAAAAAAAAAAAAAAAA
    (TToTT)

  30. yesss….suja bgt sm kibum dsini,tegas dan berpendirian kuat,kirain tadi bakalan luluh pas jinki ngasih duit segebok ternyata enggak….
    kenapa jinki…??? nyesel…??? merasa bersalah…???.RASAIIIINNNNN….!!!!
    makanya jd org jgn belagu….puas bgt lht jinki dipermalukan sama kibum,ditampar berulang-ulang….
    beneran gedeg lht karakter jinki disini…part depan masih nyebelin g ya…..????
    lanjut baca…..

  31. waah,gak sopan.tanggungjwb kok pk uang doank…
    kpn jinki sadar n menghargai kibum?
    mana sanggup aq ngeliat kibum pura2 tegar…. T_T
    jinki,,sadar dooonkkk!! d part mana konflik ni mulai turun??
    ahahaha…esmosi emuncak

  32. si jinki udah pengecut sok lagi!! =.=
    Keesseeellll >.<
    key berat banget cobaan hidup mu nak😦
    Daebak nih author bisa bikin karakter jinki sengeselin ini…

  33. Kenapa sih onyuu jahat bgd gt….
    Kenapa sih thor bikin onyuu jahat dan gak pny perasaan gt…
    Aku jd sedihh onyuu kaya gt
    Kasiann umma key
    Sabar nae umma…

  34. yak~ teori dari mana itu habis ngehamilin anak orang cuma di kasi duit!!
    asshhh…. JINKI BAKA~~

    next>>>

  35. aigoo…kau sungguh keterlaluan jinki….
    setidaknya pikirkan perasaan kibum eoh…
    kau terlalu memikirkan perasaanmu semdiri….
    ugh~ demi apa rasanya pengen masukin granat ke mulut jinki…

    lanjuuuuuuutttttttt

  36. Akkk jinkiiiiiii kebangetan ihh !!!!
    Enak bgt ya dia, dikira semua masalah bakalan selese kalo dia kasih kibum uang eoh?
    Lee jinki pabo
    Kalo cuma mau mau nyakitin hati kibum udalah gausah so pura2 care kaya gitu
    Gue sumpahin jinki kualat ini, sujud2 dah kalo perlu dia ke kibum nya

  37. Ahhh… knp disini jinki jd namja yg menyebalkan sangat!!! Aishh, jinjaa…
    Sumpah, Q seneng bgt lo kibum mulai nyindir jinki pk kta2 pedasnya, plagi lo minho jg ikt2n, y wlwpun itu tdk sngaja, biar tau rasa jinki,,
    Menyesal, menyeasal…

  38. ayo umma, bombardir si Lee jinki menyebalkan itu. iyuhhh kau kira dengan uang semuanya bisa teratasi, eum?! kau sama saja menganggap nae umma pelacur dengan memberikannya uang sebagai bentuk rasa tanggungjawab. ck ck ck kau memang pria yang me-nye-dih-kan.hha~

  39. fine fine fine mulu. bikin es m0ci aja nih. jin, tega amat mulut mu sadis. jinhun cincang juga nih jin nya. enak bener ngom0ng, bum brdoa ma tuhan aja sem0ga jin hamil jga biar dia yg rasain bgaimana jadi sepertimu. ah, thor nih ff menguras es m0ci.

  40. author~~~~~
    wahh… ini aku nangiis bacanya… FEEL ANGST nya dapeeeet banget.
    nangis seriusan apalagi pas Kibum nangis tanpa kata di pelukannya Taemin abis ketemu Jinki appa yang pabo itu…

    gengsinya Jinki terlalu tinggi.. padahal udah ada rasa naksir2 gmna gitu ngeliat Kibum…
    jINKI~YA, KAU SOK JUAL MAHAL IHHHH….
    nyebelin amat si nama tahu ini… -_- #CUBITJINKI

Show Your Love!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s